ID | EN
Tekan Enter Untuk Mencari
MENU   ☰
ID EN
Prospek Energi Surya Dan Mini Hidro Di Indonesia

Prospek Energi Surya Dan Mini Hidro Di Indonesia

Oleh: General manager Investasi & Pengembangan Pupuk Indonesia, Rama Usvika

Dari sekian banyak opsi Energi Baru Terbarukan (EBT) , ada beberapa potensi bisnis yang menarik untuk dieksplorasi. Faktor kematangan teknologi (technological maturity) yang sudah cukup tinggi, biaya investasi peralatan yang semakin menurun di tahun-tahun mendatang dan market demand yang tercipta dari kondisi ekonomi-sosial-politik Indonesia menjadi pertimbangan utama. Opsi tersebut antara lain energi surya dan mini hidro.

Energi Surya

Pemanfaatan energi surya untuk menghasilkan listrik dapat dilakukan dengan metode langsung, menggunakan teknologi photovoltaic (PV). Maupun metode tidak langsung, menggunakan teknologi Concentrated Solar Power (CSP).

Teknologi PV mengubah radiasi matahari yang terpapar di solar panel menjadi energi listrik. Teknologi CSP menggunakan lensa untuk mengkonsentrasikan radiasi matahari kemudian mengubahnya menjadi panas untuk menghasilkan uap untuk memutar turbin uap yang menghasilkan listrik.

Rata-rata intensitas harian radiasi sinar matahari di Indonesia sekitar 4.8 kWh/m2. Berpotensi menghasilkan sekitar 207.9 GWp (Gigawatt-peak) listrik. Intensitas radiasi sebesar itu berpotensi besar untuk memanfaatkan energi surya menjadi listrik.

Beberapa daerah terutama di bagian timur Indonesia bahkan memiliki intensitas radiasi yang lebih tinggi dari rata-rata nasional. Dapat mencapai 5-6 kWh/m2.  Berdasarkan data Rencana Strategis (Renstra) Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) 2015-2019, total kapasitas terpasang Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) di seluruh Indonesia baru mencapai 86 MWp (MW peak) pada akhir 2017. Hanya 0.02 persen dari total potensinya, yaitu sekitar 207.9 GWp (data Rencana Umum Energi Nasional /RUEN Peraturan Presiden/Perpres Nomor:22 Tahun 2017 ).

Tantangan pemanfaatan energi surya adalah luas lahan yang diperlukan cukup besar. Kurang lebih satu hektar utk satu MWp tergantung kepada jenis solar panel.

Tantangan pemanfaatan energi surya menjadi listrik antara lain:

  1. Efisiensi konversi listrik solar panel yang rendah.
  2. Kondisi alam; Pada malam hari atau pada kondisi shading, suplai listrik dari solar panel akan terhenti. Sehingga untuk suplai listrik kontinu diperlukan investasi baterai sebagai media penyimpanan energi. Harga baterai masih cukup mahal saat ini jika diikutkan ke dalam investasi PLTS.

Salah satu opsi untuk menyiasati luasnya lahan yang diperlukan untuk PLTS adalah dengan memasang solar panel di tempat-tempat yang juga digunakan untuk keperluan lainnya. Seperti memasang solar panel di atap rumah dan bangunan dan di reservoir air yang terbuka (danau, tepi laut). Agar dapat menghemat biaya investasi untuk pengadaan lahan.

Pada September 2017, Pemerintah Indonesia meluncurkan Gerakan Nasional Sejuta Listrik Surya Atap. Gerakan ini menargetkan tambahan kapasitas terpasang 1 GWp dari PLTS atap (rooftop solar PV) di tanah air. Gerakan ini juga didukung dengan diterbitkannya Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor: 49 Tahun 2018 tentang penggunaan PLTS atap oleh konsumen PLN. Sehingga rumah-rumah dimungkinkan untuk memasang PLTS mandiri di atap bangunan rumah dan menyambungkannya ke grid PLN setempat dengan sistem net metering untuk expor-impor. Sehingga konsumen bisa menghemat pembayaran listrik mereka ke PLN.

Opsi lain adalah pemanfaatan water reservoir yang terbuka seperti danau untuk pemasangan PLTS terapung. PLTS kemudian dijangkar ke dasar danau setelah dilengkapi peralatan agar dapat turun-naik secara otomatis mengikuti ketinggian permukaan air  danau.

LISTRIK MINI HIDRO

Pembangkit Listrik Mini Hidro (PLTMH) menggunakan tenaga air yang mengalir di sungai besar, dari suatu ketinggian tertentu ke ketinggian yang lebih rendah untuk menggerakkan turbin air dan generator. PLTMH adalah pembangkit listrik tenaga air yang berkapasitas < 10 MW. Biasanya dapat diterapkan di daerah aliran sungai di Indonesia. Terutama di pegunungan.

Data dari Renstra ESDM 2015-2019, total kapasitas terpasang PLTMH di seluruh Indonesia baru mencapai 173 MWp pada akhir 2017. Berarti hanya 0.9% dari total potensinya yang sekitar 19.3 GWp (RUEN Perpres 22/2017).

Satu hal yang menarik dari investasi PLTMH adalah pembatasan investasi asing.  Sesuai PP no. 44/20, kepemilikan perusahaan asing dibatasi maksimum 49 persen dari total saham untuk PLTMH 1-10 MW. Selain itu saham sepenuhnya harus dimiliki oleh perusahaan indonesia untuk PLTMH < 1 MW. Regulasi tersebut menjadi peluang bagi investasi PLMTH oleh perusahaan Indonesia.

Investasi dan pembangunan fasilitas PLTMH memerlukan kajian terhadap potensi keberlangsungan (sustainability) lingkungan hidup di hulu (mata air) dan sepanjang daerah airan sungai (DAS). Kajian dibutuhkan untuk menentukan apakah debit air cukup kontinu dan stabil sepanjang tahun untuk mendukung operasi.

Salah satu potensi besar yang biasanya tersedia di alam adalah jika sungai besar yang mengalir dari hulu di pegunungan ke muara cukup panjang. Jadi sangat dimungkinkan untuk memasang beberapa PLTMH di sepanjang DAS untuk mendapatkan total output listrik yang cukup baik.

Selain potensi, ada beberapa kendala dalam investasi. Mulai dari kontinuitas debit air pada musim kemarau, ketersediaan jaringan transmisi listrik di sekitar lokasi, akurasi data hidrologi sungai, infrastruktur dasar yang terbatas di sekitar lokasi, serta status lahan yang terkadang menjadi bagian dari hutan lindung.

Setelah PLTMH beroperasi komersial juga masih ada tantangan yang perlu dihadapi. Terutama menjaga ekosistem di sekitar DAS. Sehingga aliran air bisa tetap terjaga dan kontinu, serta mengatur ritme operasi pada saat musim kemarau. Pada musim kemarau, debit air biasanya akan turun drastis dibanding ketika musim hujan. Dampaknya Power Output PLTMH berkurang secara signifikan. Hal seperti ini perlu diantispasi sejak awal perencanaan PLTMH {}.

X
Hasil Pencarian Untuk:
search
Pusat Pelayanan Pelanggan 0-800-100-800-1

Pusat Pelayanan Pelanggan

Kantor Pusat:
Jl. Taman Anggrek Kemanggisan Jaya
Jakarta, 11480
Indonesia

Hotline: +62 800 100 800 1
SMS: +62 822 100 100 81

Telepon: +62 21 536 54 900
Faksimili: +62 21 8064 7955

E-mail:
info@pupuk-indonesia.com

Cek Status Aduan
close

Pusat Pelayanan Pelanggan

alert Tidak boleh dibiarkan kosong
alert Mohon Isi email dengan format yang benar
alert Tidak boleh dibiarkan kosong

Kantor Pusat:
Jl. Taman Anggrek Kemanggisan Jaya
Jakarta, 11480
Indonesia

Hotline: +62 800 100 800 1
SMS: +62 822 100 100 81

Telepon: +62 21 536 54 900
Faksimili: +62 21 8064 7955

E-mail:
info@pupuk-indonesia.com

Instagram: @pt.pupukindonesia
Twitter: @pupuk_indonesia
Facebook: PT Pupuk Indonesia
PT Pupuk Indonesia Customer Care
Youtube: —
Google+: —

close

Terima Kasih

Telah Menghubungi

PUPUK INDONESIA

top
BACK TO TOP