ID | EN
Tekan Enter Untuk Mencari
MENU   ☰
ID EN
Tiga Masalah, Tiga Solusi

Tiga Masalah, Tiga Solusi

Oleh: Manager Teknologi PI-Energi/Process and Corrosion Engineer, Manik Priandani

Pupuk Indonesia Energi (PI-Energi) adalah salah satu anak perusahaan PT Pupuk Indonesia (Persero). Bergerak sebagai produsen utilitas berupa listrik dan uap (steam). Pembangkit (plant) yang dimiliki PI-energi adalah Gresik Gas Cogeneration Plant (GGCP) yang terletak di Kawasan Industri Petrokimia Gresik, Jawa Timur. Selain itu, PI-Energi juga memiliki mayoritas saham di Kaltim Daya Mandiri (KDM) yang terletak di Kawasan Industri Pupuk Kalimantan Timur di Bontang.

Saat ini, produk Listrik dan Steam PI-Energi dipergunakan sebagai energi penggerak, penerang, maupun bahan baku proses produksi untuk pabrik pupuk di lingkungan Pupuk Indonesia (Persero). Salah satu peralatan terpenting dalam unit proses di pembangkit PI-Energi adalah Boiler.

Boiler dipakai untuk memanaskan air dan mempersiapkan sekaligus menghasilkan steam. Ada berbagai variasi tipe boiler tergantung pada kegunaannya. Boiler juga diklasifikasikan menurut struktur, metode sirkulasi airnya, tipe dari bahan bakar (fuel), dan jenis dari material yang digunakan.

Sistem boiler dapat dibagi menjadi tiga bagian menurut lokasinya yaitu PreboilerBoiler dan Post Boiler. Preboiler meliputi pompa feedwater, pipa-pipa, serta peralatan auxiliary yang dilewati oleh feedwater. Sejak dipompakan hingga mencapai Boiler (sistem make up water sebagai stabilizer sistem tidak termasuk di dalamnya, Stage Heater dan Economizer termasuk bagian dari Preboiler). Sistem Boiler adalah Boiler itu sendiri, sedangkan Post Boiler meliputi Superheater, Kondensor dan sistem kembalian.

Masalah yang sering dialami oleh Boiler adalah korosi. Berkaitan dengan material Boiler, media yang diolah boiler, lingkungan yang mengandung air sekaligus kondisi tekanan dan temperature operasi boiler yang tinggi. Hingga saat ini, material boiler masih memakai bahan dasar logam yaitu besi. Dalam lingkungan yang berair, kondisi temperatur dan tekanan yang tinggi serta kondisi yang lembab, logam cenderung akan mengalami korosi. Korosi dapat menyebabkan penipisan hingga terjadinya lubang pada permukaan logam. Dapat berakibat fatal bila tidak segera diatasi.

Analogi yang dapat diketengahkan adalah sebagai berikut, ketika kita memasak air dalam ketel atau panci, lama kelamaan kerak-kerak akan timbul. Baik di permukaan tutup maupun dalam panci atau ketel. Demikian pula dengan boiler yang beroperasi di pabrik steam. Kerak-kerak yang menempel akan mempercepat laju korosi dari boiler. Kebocoran akibat korosi, terutama di bawah kerak yang tidak terlihat menjadi sangat beresiko karena boiler memiliki tekanan.

Pada umumnya, boiler tersedia dalam beberapa tekanan operasi. Pertama adalah boiler bertekanan rendah (kurang dari 20 kilogram/cm2). Kedua, bertekanan sedang (20-75 kg/cm2. Ketiga, bertekanan tinggi (di atas 75 kilogram/cm2). Artikel singkat ini akan menjelaskan tiga permasalahan yang berpotensi terjadi pada Boiler yang memiliki tekanan berbeda dalam kaitannya dengan masalah kerak, korosi dan carry over.

Masalah Endapan

Permasalahan pertama adalah endapan. Sering juga disebut deposit atau kerak. Pada umumnya sangat berkaitan dengan produk ikutan yang terdapat dalam logam sewaktu lumpur terdispersi di dalam boiler water. Dapat dengan mudah menyebar secara merata di permukaan logam karena mudah berpindah atau kemungkinan dapat menjadi binding agent bagi kerak. Efek yang ditimbulkan oleh akumulasi lumpur dari berbagai variasi tube paduan mengakibatkan serangan korosi pada carbon steel (Boiler konvensional seperti di GGCP) maupun Monel (Boiler nuclear powerplants).

Pencegahan yang dilakukan adalah meniadakan kerak dengan melakukan pretreatment. Antara lain  menggunakan ion-exchanger (Mixed Bed Resin) untuk meniadakan ion padat terlarut. Material ion exchange (Resin) yang dipakai saat ini pada umumnya menggunakan material sintetik organik exchangers.

Masalah Korosi

Berbagai serangan korosi dapat terjadi di Boiler. Antara lain korosi sumuran, kavitasi dan erosi. Korosi sumuran diakibatkan oleh penyebab yang konvensional yaitu terlarutnya oksigen, pH yang rendah, adanya endapan, area yang stagnan, stress pada logam dan cacat pada komposisi atau permukaan logam.

Oksigen terlarut sering menyebabkan terjadinya serangan pitting bila berpasangan dengan kondisi tertentu misalnya adanya deposit pada permukaan logam atau adanya cacat logam. Oksigen akan mengoksidasi film ferri hidroksida menjadi magnetit (Fe3O4) atau menjadi ferri oksida hidrat. Oksidasi terjadi pada jarak tertentu dari logam, yang menyebabkan lebih banyak besi terlarut pada permukaan di bawah produk korosi yang porous. Nilai keasaman pH menjadi penyebab utama bagi korosi umumnya.

Komposisi air yang melewati pipa umpan mungkin berupa air destilasi ataupun air demineralisasi yang diubah menjadi air lunak atau tap water, baik dalam kondisi asam maupun basa. Temperaturnya bervariasi dari temperatur ambient (kamar) hingga temperatur mendekati temperatur boiler. Kontaminan, termasuk produk korosi akan terlarut dalam gas ataupun oli. Hal ini akan lebih riskan bila air tersebut dipakai kembali.

Solusi yang dapat ditawarkan adalah melewatkan proses kondensat ke unit Mixed Bed untuk menurunkan kontaminan.

Carryover

Dapat didefinisikan sebagai adanya air dalam steam yang meninggalkan Boiler. Mengandung padatan yang dapat menyebabkan endapan dan problem korosi dalam Post Boiler, dan terjadinya kecepatan build-up endapan silika pada blades turbin.

Carryover diakibatkan oleh kasus-kasus mechanical ataupun kimia. Umumnya diklasifikasikan sebagai foamingpriming, atau general entrainment dalam steam. Beberapa faktor mechanical yang menyebabkan carryover pada boiler water adalah Desain Boiler, Perubahan beban Boiler yang fluktuatif dan level air yang tinggi.

Untuk menghindari terjadinya carry over harus diupayakan menghilangkan faktor-faktor penyebab seperti yang telah disebut di atas dengan menerapkan Pretreatment yang baik dan benar.

Demikianlah tiga permasalahan yang dikemukakan beserta tiga solusi yang juga ditawarkan. Namun ada satu hal yang perlu digarisbawahi dengan cetak tebal yaitu pengoperasian pabrik harus dilakukan sesuai prosedur, efisien, sekaligus harus selalu melakukan preventif maintenance. Standar Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) dan lingkungan hidup juga harus diterapkan untuk meningkatkan kinerja pabrik yang berdampak langsung terhadap kinerja perusahaan {}.

X
Hasil Pencarian Untuk:
search
Pusat Pelayanan Pelanggan 0-800-100-800-1

Pusat Pelayanan Pelanggan

Kantor Pusat:
Jl. Taman Anggrek Kemanggisan Jaya
Jakarta, 11480
Indonesia

Hotline: +62 800 100 800 1
SMS: +62 822 100 100 81

Telepon: +62 21 536 54 900
Faksimili: +62 21 8064 7955

E-mail:
info@pupuk-indonesia.com

Cek Status Aduan
close

Pusat Pelayanan Pelanggan

alert Tidak boleh dibiarkan kosong
alert Mohon Isi email dengan format yang benar
alert Tidak boleh dibiarkan kosong

Kantor Pusat:
Jl. Taman Anggrek Kemanggisan Jaya
Jakarta, 11480
Indonesia

Hotline: +62 800 100 800 1
SMS: +62 822 100 100 81

Telepon: +62 21 536 54 900
Faksimili: +62 21 8064 7955

E-mail:
info@pupuk-indonesia.com

Instagram: @pt.pupukindonesia
Twitter: @pupuk_indonesia
Facebook: PT Pupuk Indonesia
PT Pupuk Indonesia Customer Care
Youtube: —
Google+: —

close

Terima Kasih

Telah Menghubungi

PUPUK INDONESIA

top
BACK TO TOP